China Jadi Negara dengan Emas Terbanyak di Asian Games 2026, Ini Cabang Olahraganya

Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, masih berlangsung dan persaingan antarkontingen terus berubah setiap hari. Namun, hingga pembaruan 25 September 2026, China menjadi negara dengan perolehan medali emas terbanyak.

China telah mengumpulkan 80 medali emas, 30 perak, dan 20 perunggu atau total 130 medali. Jepang berada di posisi berikutnya dengan 20 emas, 34 perak, dan 37 perunggu. Sementara itu, Korea Selatan mengoleksi 10 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kontribusi berbagai cabang olahraga terhadap perolehan medali China. Selain mengandalkan cabang olahraga yang selama ini menjadi kekuatan mereka, China juga terus mengumpulkan emas dari sejumlah nomor pertandingan di Aichi-Nagoya.

China Mengumpulkan Emas dari Banyak Cabang Olahraga

Salah satu faktor yang terlihat dari perolehan China adalah penyebaran medali emas di berbagai cabang olahraga. Kontingen Negeri Tirai Bambu tidak hanya mengandalkan satu jenis pertandingan.

Renang menjadi salah satu cabang yang menghasilkan banyak medali. Pada hari-hari awal Asian Games 2026, sejumlah perenang China berhasil memenangkan nomor masing-masing. Salah satunya adalah Yu Yiting yang meraih emas nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri.

Selain renang, senam artistik juga menjadi cabang yang memberikan banyak kesempatan meraih emas. Pada Asian Games 2026, cabang senam artistik mempertandingkan 14 nomor untuk perebutan gelar.

Perolehan dari berbagai cabang tersebut membuat jumlah emas China bertambah secara konsisten sepanjang penyelenggaraan Asian Games.

Renang Menjadi Salah Satu Andalan

Renang memiliki banyak nomor pertandingan sehingga menyediakan banyak peluang medali. China memiliki sejumlah atlet dengan pengalaman kompetisi internasional yang tampil di nomor-nomor tersebut.

Pada hari pertama Asian Games 2026, China bahkan mencatat hasil kuat di kolam renang. Beberapa atlet berhasil memenangkan nomor masing-masing dan membantu China mengumpulkan emas sejak awal kompetisi.

Banyaknya nomor dalam satu cabang juga membuat kontribusi renang terhadap klasemen medali cukup besar. Setiap kemenangan di nomor berbeda memberikan tambahan emas bagi kontingen.

Senam Artistik Juga Menambah Koleksi Emas

Senam artistik menjadi cabang lain yang menarik perhatian dalam persaingan medali. Asian Games 2026 menyediakan 14 gelar juara dalam cabang tersebut yang tersebar selama lima hari pertandingan.

China memiliki tradisi kuat dalam senam artistik. Persaingan di nomor individu maupun beregu membuat cabang ini menjadi salah satu arena penting dalam perebutan medali.

Selain China, Jepang dan negara Asia lainnya juga menurunkan atlet unggulan. Karena itu, setiap nomor senam menghadirkan persaingan tersendiri untuk memperebutkan emas.

Jepang Berada di Posisi Berikutnya

Sebagai tuan rumah, Jepang juga mengumpulkan banyak medali. Hingga pembaruan 25 September, Jepang tercatat memiliki 20 emas, 34 perak, dan 37 perunggu.

Jumlah tersebut membuat Jepang berada jauh di bawah China dalam perolehan emas, meskipun total medali Jepang mencapai 91. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa klasemen berdasarkan jumlah emas dan jumlah total medali dapat menghasilkan susunan yang berbeda.

Jepang juga mendapatkan tambahan medali dari berbagai cabang. Bahkan, pada satu titik penyelenggaraan, Jepang sudah melampaui jumlah emas yang mereka raih pada Asian Games 2022.

Korea Selatan dan Negara Asia Lainnya Ikut Bersaing

Korea Selatan menempati posisi berikutnya dalam klasemen sementara dengan 10 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.

Di bawahnya terdapat Kazakhstan dengan delapan emas. Uzbekistan dan Iran masing-masing mengoleksi enam emas, sedangkan Thailand telah mengumpulkan lima emas.

Persaingan tersebut menunjukkan bahwa perebutan medali tidak hanya melibatkan negara-negara Asia Timur. Negara Asia Tengah dan Asia Tenggara juga mampu mengumpulkan emas dari cabang olahraga tertentu.

Thailand, misalnya, berada di posisi ketujuh dengan lima emas, empat perak, dan tujuh perunggu pada pembaruan 24 September malam.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia baru membuka perolehan emas pada 24 September melalui cabang bulu tangkis. Tim beregu putra berhasil mengalahkan China dengan skor 3-2 dalam pertandingan final.

Mohammad Zaki Ubaidillah menjadi penentu kemenangan setelah mengalahkan Weng Hongyang pada partai kelima. Hasil tersebut membuat Indonesia mendapatkan emas pertama di Asian Games 2026.

Pada pembaruan setelah pertandingan tersebut, Indonesia mengoleksi satu emas, empat perak, dan 15 perunggu. Posisi Indonesia kemudian naik dalam klasemen sementara.

Perolehan Indonesia masih dapat bertambah karena sejumlah cabang olahraga masih menjalani pertandingan pada 25 September dan hari-hari berikutnya.

Perburuan Emas Masih Berlangsung

China memang memimpin perolehan emas pada pembaruan 25 September dengan 80 emas. Namun, Asian Games 2026 belum selesai sehingga jumlah tersebut masih dapat berubah.

Pertandingan dari berbagai cabang olahraga masih berlangsung. Setiap final dapat mengubah jumlah emas, perak, dan perunggu yang dikumpulkan masing-masing negara.

Bagi penonton olahraga, kondisi ini membuat klasemen Asian Games menarik untuk terus diikuti. Selain melihat negara dengan emas terbanyak, perkembangan setiap cabang juga memberikan gambaran mengenai olahraga yang menjadi andalan masing-masing kontingen.

Untuk Indonesia, perhatian masih tertuju pada pertandingan berikutnya setelah emas pertama berhasil diraih melalui bulu tangkis. Sementara itu, China terus mengumpulkan medali dari berbagai cabang dalam persaingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Baca juga: Performa Camavinga di Real Madrid Tuai Sorotan dan Kritik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *